MERAPI LAVA TOUR JOGJA




EXPLORE MERAPI DITEMANI WILLYS



DAY 1

Perjalanan dimulai pukul 12.40 siang ketika kami sampai di kota Yogyakarta menuju objek wisata Lava Tour Merapi di wilayah Gunung Kidul Kab. Sleman.

Hari ini kondisi arus lalu lintas di kota Yogya cukup ramai, perjalanan kami menuju lokasi objek wisata Lava Tour Merapi akan memakan waktu kurang lebih 1-1,5 jam. Estimasi waktu tempuh pada saat hari H mungkin bisa saja berbeda dikarenakan arus lalu lintas, atau kondisi cuaca jika sedang tidak memungkinkan. Kondisi jalanan via Yogya-Kaliurang ini cukup nyaman, kami mengambil jalur pintas yaitu selatan keraton agar terhindar dari kemacetan lalu lintas di pusat kota, jalanan yang tidak terlalu ramai dengan lalu lalang kendaraan ini dapat dilalui mini bus ataupun bus pariwisata, kondisi jalanan beraspal halus dan sedikit berbelok (namun tidak tajam). 

Tiba di lokasi pukul 14.10 (total waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit)

Setibanya di pintu masuk pengunjung akan dikenakan tarif sebesar Rp.4000/orang untuk biaya retribusi wisata, kami tidak membayarnya karena paket wisata yang kami ambil sudah termasuk tiket untuk masuk objek wisata (dalam hal ini mobil dan driver via travel yang kami gunakan tidak dikenakan biaya apapun).
Perjalanan dari pintu masuk hingga camp yang dituju sesuai dengan kerja sama pihak travel berada paling dekat dengan pintu masuk wisata lava tour.
Setelah tiba di lokasi kurang lebih 10 menit dari pintu masuk (dalam keadaan jalanan sedikit sepi) kamipun langsung mengeksplor camp pemberhentian ini, terdapat fasilitas yang sederhana tetapi bersih & nyaman untu pengunjung yaitu ;

1.       Musholla
2.       Toilet umum untuk pria & wanita (terpisah)
3.       Penjual snack dan minuman ringan
4.       Kursi untuk beristirahat
5.       Parkiran mobil yang cukup luas
(untuk parkiran bus akan ditempatkan dilokasi yang tidak jauh dari camp)
















Persiapan menuju Lava Tour

Setibanya di camp pengunjung menunggu kurang lebih 10 menit untuk registrasi pihak travel dengan pihak penyewaan mobil-mobil jeep yang akan di tumpangi.
Dalam perjalanan ini pihak camp akan memberikan beberapa fasilitas penunjang diataranya ; masker, air mineral, helm untuk keselamatan. Penggunaan helm wajib dikarenakan selain untuk faktor keselamatan tetapi setiap penyelenggara tour juga di pantau oleh pihak kepolisian yaitu Polres Gunung Kidul yang senantiasa mengontrol para pengunjung wisata Lava Tour Merapi ini.




Aktivitas pun dimulai, 1 jeep dapat menampung maksimal 5 orang (sudah termasuk driver)

Touring Menggunakan Jeep

Namanya saja Lava Tour Merapi, tentu saja aktivitas utama wisata ini adalah touring di Lereng Merapi menggunakan jeep terbuka. Di sepanjang jalan kamu bisa menyaksikan pemandangan yang beragam seperti perkampungan yang sudah rata dengan tanah, lautan pasir, hingga Merapi yang berdiri dengan megahnya. Semua hal ini mampu membuatmu berdecak ngeri ataupun kagum terhadap kebesaran Sang Pencipta. Petualanganmu kemudian akan dilanjutkan menyusuri hamparan pasir luas lengkap dengan batu-batu besar yang berserakan. Sebagai pelengkap perjalanan yang memacu adrenalin, kamu akan diajak melewati jalanan sempit dengan turunan curam dan berkelok. Pastikan kamu terus berpegangan supaya tidak terjungkal saat pengemudi Willys beraksi menginjak rem atau menarik gas secara mendadak. 

Destinasi Pertama 
Mengunjungi Museum Mini Sisa Hartaku

Kuatkan hatimu saat menyaksikan mini museum ini. Di tempat ini kamu akan melihat saksi bisu letusan Merapi. Botol kaca yang meleleh, kerangka sepeda motor, peralatan dapur yang rusak dan berselimut abu, mesin jahit, tabung televise hingga hewan peliharaan yang hanya tersisa kerangkanya merupakan koleksi mini museum ini. Sebuah jam dinding yang berhenti di angka 00.05 menjadi penanda waktu terjadinya kisah pilu tersebut.


Pintu masuk menuju Museum Mini Sisa Hartaku



Museum yang berdiri di Desa Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta ini ‘dibangun’ setahun setelah erupsi Gunung Merapi 2010. Bangunan museum dulunya adalah rumah milik keluarga Riyanto. Pada 5 November 2010, rumah tersebut diterjang wedhus gembel yaitu sebutan untuk awan panas. Tak ada yang tersisa selain dinding dan perabotan yang sudah hangus.

Bagian depan museum 

Sehingga, bisa dibilang, dinding-dinding pada museum ini juga bagian dari koleksi museum itu sendiri: mereka saksi bisu panasnya muntahan Merapi.

Jam dinding rumah menunjukan waktu kejadian
“Itu waktu persis kejadiannya,” kata seorang guide yang menemani kami sepanjang perjalanan seraya menunjuk jam dinding yang beberapa bagiannya telah meleleh. Jarum pada jam dinding tersebut berhenti di angka 12 lewat 5 dini hari.

Berikut beberapa perabotan rumah yang diperbolehkan untuk didokumentasikan ;















Selain jam, gelas, piring, televisi, benda-benda pusaka, guci atau jenis keramik lainnya, pisau dan perabotan dapur, kaset tape, sepeda motor, hingga ternak ikut hangus dilumat awan panas. Oleh Riyanto, semua perabot yang hangus dan lumer ini kemudian dikumpulkan menjadi koleksi museum.
Melihat motor yang hanya menyisakan rangka yang sudah berkarat dan ternak yang tinggal tulang-belulang serta gelas dan botol-botol yang meleleh, langsung terbayang betapa dahsyatnya muntahan Merapi.
Di antara dinding yang hangus dan perabotan yang lumer itu aku juga belajar tentang betapa rapuhnya hidup dan betapa kerasnya kehidupan. Sebab, semua yang kita kumpulkan bertahun-tahun bisa hilang hanya dengan satu sapuan awan panas.

Dari museum ini, terutama dari kaset-kaset yang hangus dan lumer, aku juga belajar bahwa sesuatu menjadi berarti bukan saja karena fungsinya, tapi juga karena kenangan yang melekat di dalamnya.

Jam Buka Museum Sisa Hartaku
Setiap hari, pukul 08.00 - 16.00 WIB

Tiket Masuk Museum Sisa Hartaku
Gratis
Mengisi dana sukarela
Parkir Mobil : Rp.5000
Parkir Motor : Rp.2000

Fasilitas Umum Museum Sisa Hartaku :
Toilet
warung makan
warung merchandise
spot selfie

Destinasi Kedua
Mengunjungi Wisata Batu Alien




Salah satu tempat yang bisa kalian kunjungi ketika berada di daerah Cangkringan ialah kawasan wisata Batu Alien. Sebuah batu besar yang terbawa lahar panas akibat erupsi Merapi pada tahun 2010 silam, ditemukan seorang warga. Batu besar tersebut, awalnya hanya nampak seperti bongkahan batuan vulkanik biasa, namun ketika anda mendekat dan memperhatikannya dari sudut tertentu kalian  akan melihat sebuah teksur wajah pada batu tersebut. 

Batu besar tersebut, awalnya hanya nampak seperti bongkahan batuan vulkanik biasa, namun kalau kita mendekat dan memperhatikannya dari sudut tertentu akan melihat sebuah teksur wajah pada batu tersebut.
Batu besar tersebut, memiliki tekstur wajah yang lengkap ketika dilihat dari dekat, seperti kedua mata, hidung mulut dan telinga. Memang sekilas tampak seperti makhluk asing, dengan wajah menghadap ke atas.

Di kawasan wisata batu Alien, kalian juga dapat menikmati suasana sejuk lereng pegunungan. Panorama megahnya gunung Merapi bisa terlihat dengan jelas di sisi utara. Selain menikmati suasana alam dan panorama keindahannya, di kawasan wisata Batu Alien, kalian dapat menikmati spot-spot foto yang disediakan kaya kita gini hehe 😎


Harga tiket masuk ke wisata Batu Alien ini Rp.5000/orang (jika sudah ikut program travel tiket masuk ke dalam objek wisata di kawasan Merapi sudah termasuk).


Destinasi ketiga
Mengunjungi Bunker Kaliadem

Kawasan Kaliadem merupakan pemberhentian ketiga dari tour ini. Sebelum terjadi erupsi, kawasan ini merupakan hutan yang cukup asri namun kini semua sudah rata dengan pasir. Di Kaliadem kamu bisa menyaksikan Merapi yang berdiri dengan gagah serta masuk ke sebuah bunker yang dibangun untuk menyelamatkan diri tatkala terjadi erupsi.
Harga tiket masuk Rp.10.000/orang.

Pintu Masuk Objek Wisata Bunker Kaliadem

Lokasi menuju Bunker

isi dari bunker kaliadem adalah hasil tambang yaitu pasir




Disetiap pemberhentian objek wisata, terdapat juga beberapa fasilitas yaitu ;

1.       Warung-warung yang menjual pakaian, sandal, topi, kacamata dan aksesoris lainnya
2.       Warung-warung yang menjual snack/makanan ringan
3.       Musholla
4.       Toilet
5.       Tempat parkir
6.       Tempat beristirahat
7.       Pusat oleh-oleh
8   
Lokasi dan Akses Lava Tour Merapi

Starting point paket Lava Tour Merapi ini ada dua, pertama di Terminal Tlogo Putri, Kaliurang dan yang kedua di Dusun Ngrangkah, Desa Pangukrejo, Kecamatan Umbulharjo. Dari Yogyakarta bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi selama 1 jam menyusuri Jalan Kaliurang ke utara.
Harga dan Rute Lava Tour Merapi (via Dusun Ngrangkah, Desa Pangukrejo, Kecamatan Umbulharjo)

-       Short Trip Lava Tour Merapi

Durasi sekitar 1 hingga 1,5 jam dengan tarif Rp 400.000.

-        Medium Trip Lava Tour Merapi

Durasi sekitar 2 jam - 2,5 jam dengan tarif Rp 450.000.

-        Long Trip Lava Tour Merapi

Durasi sekitar 2 hingga 2.5 jam dengan tarif Rp 550.000.

Tips Mengikuti Wisata Lava Tour Merapi

a.   Pakailah masker dan kacamata untuk melindungi diri dari debu dan pasir yang berterbangan ketika sedang mengikuti perjalanan lava tour Merapi ini.

b.   Jalur yang menantang dan rute yang terjal dalam lava tour Merapi ini membuat aktivitas ini tidak disarankan bagi ibu hamil.

c.  Saat akhir pekan atau hari libur bisanya banyak wisatawan yang mengikuti Lava Tour Merapi. Supaya kamu tidak perlu antri terlalu lama, ada baiknya kamu reservasi lebih dahulu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW THE RANCH MEGAMENDUNG PUNCAK

REVIEW, HARGA DAN MENU THE LAKE HOUSE PUNCAK

JELAJAHI SITUS MANUSIA PURBA YANG MENDUNIA