Kalau bicara
soal Kota Solo apasih yang ada di pikiran kalian? Kota Kebudayaan? Kota Batik?
Atau Kota Liwet? YAP! Solo memang terkenal dengan kebudayaan, kuliner dan juga
pendidikannya. Wisata di Solo jika dibandingkan dengan Kota lain seperti Jogja
atau Bali memang berbeda guys, wisata alam seperti pantai, gunung, maupun
hutannya di Kota ini memang tidak terlalu banyak, tapi kalau yang kalian cari
itu Situs Warisan Budaya apalagi tentang sejarah nenek moyang, cuma di Solo
kalian akan temuin
Liburan singkat
kali ini aku coba travelling ke Kota kelahiran orangtuaku, bisa dibilang hampir
setiap tahun pasti berkunjung kesini, tapi belum pernah sama sekali mengunjungi daerah Sangiran, ternyata di
tempat ini terdapat museum Manusia Purba yang merupakan lokasi penemuan
fosil-fosil manusia purba yang menyebabkan akademisi dunia memiliki bahan untuk
mengetahui cara hidup nenek moyang kita loh.
 |
| Pintu masuk ke Museum Manusia Purba |
 |
| Bagian Depan Diorama |
Lokasi Museum
Purbakala Sangiran mudah ditempuh dari Jogja atau Solo. Letaknya di
tengah-tengah kawasan persawahan Desa Krikilan, Sragen. Museum ini juga
memiliki lebih dari 13.000 koleksi. Mulai dari fosil manusia purba yang berdiri
tegak, fosil hewan-hewan darat maupun laut, maupun hewan-hewan reptile atau
bertulang belakang, dan batu bermineral hingga peralatan batu.
 |
| Monumen Manusia Purba |
Serunya lagi,
tempat ini dibuat dengan bentuk diorama dengan beberapa Klaster, klaster
pertama adalah Klaster Krikilan yang berfungsi sebagai pusat kunjungan atau
visitor center, yang memberikan informasi secara lengkap tentang Situs
Sangiran. Lalu ada Klaster Dayu, Klaster Bukuran, Klaster Ngebung, dan Museum
Manyarejo.
 |
| Lorong Menuju Diorama yang berbentuk melingkar |
 |
| Informasi mengenai situs manusia purba |
 |
| Informasi mengenai situs manusia purba |
Kalian akan
kagum deh dengan apa saja yang di suguhkan di masing-masing klaster museum ini,
dari mulai tempat tinggal mereka, pakaian yang dikenakan lengkap dengan
berbagai peralatan batu seperti serpih, bilah, kapak persegi, dan berbagai
kapak penetak. Alat-alat tersebut dahulu dipergunakan sebagai senjata dan alat
berburu loh untuk bertahan hidup mencari makan.
 |
| Sejak zaman dahulu manusia hidup berkelompok |
 |
| Replika kerangka kuda nil pada zaman manusia purba |
 |
| Replika gading gajah pada zaman manusia purba |
 |
| Proses terbentuk nya manusia, menurut sejarah manusia ada kaitannya dengan kera |
 |
| Proses penyembelihan hewan untuk bahan makanan |
 |
| Wujud manusia purba bertubuh pendek |
Situs ini buka hari
Selasa hingga hari Minggu guys, cocok banget nih buat abisin akhir pekan kalian
bersama keluarga. Coba langsung datang di jam 08.00 pagi s.d 16.00 sore ya.
Menurutku wisata
ini terbilang cukup murah, pengunjung hanya dikenakan harga tiket sebesar
Rp5.000,- per orang ( belum termasuk tiket parkir mobil ya hehe). Eits, jangan
datang di hari Senin ya, museum ini
tutup untuk proses pembersihan dan perawatan koleksi.
Untuk menuju
situs ini, kalian bisa menggunakan mobil atau motor. Akses umum masih belum
tersedia dikarenakan letaknya berada tepat pada kaki Gunung Lawu.
Gimana? Tertarik gak kalian berkunjung ke Museum Manusia Purba yang berada di daerah Sangiran ini?
Komentar
Posting Komentar